Maturitas SPIP Kaltara 2018 Ditargetkan Naik Level III
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kaltara bersama Inspektorat Provinsi Kaltara Ramli berfoto bersama 2

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan pencapaian Maturitas atau Kematangan Sistem Pengawasan Intern Pemerintah (SPIP) mencapai Level III (Terdefinisi). Dengan pencapaian itu, diharapkan Pemprov Kaltara dapat melaksanakan praktik pengendalian dan terdokumentasi dengan baik.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka Entry Meeting Pelaksanaan Penilaian Mandiri Peningkatan Maturitas SPIP Pemprov Kaltara di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (4/9). “Target itu (level III), merupakan peningkatan dari capaian Maturitas SPIP Provinsi Kaltara tahun 2016 yang masih Level II (Berkembang). Dengan skor 2,016,” kata Irianto.

Target yang dipasang Pemprov Kaltara ini, juga selaras dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang menargetkan Maturitas SPIP, baik pemerintah pusat, provinsi juga kabupaten dan kota mencapai Level III.

Target perkembangan maturitas itu, juga telah masuk kedalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2015, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Selain itu, dalam 5 tahun kedepan, Pemerintah Indonesia menginginkan 85 persen pemerintah daerah mencapai level kapabilitas APIP Level III serta 1 persen lainnya Level I.

“SPIP itu tujuan utamanya adalah mencegah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Jadi tak hanya korupsi, kolusi dan nepotisme juga penting menjadi perhatian. Utamanya, dalam penerimaan pegawai negeri maupun tenaga kontrak yang rawan praktik kolusi dan nepotisme,” urai Gubernur.

Secara prestise, capaian Maturitas SPIP pada level tertinggi, pastinya akan berpengaruh pada pemberian opini terbaik pula dari lembaga pemeriksa keuangan negara. “Secara keseluruhan, SPIP ini bermuara pada upaya membangun good governance,” papar Irianto.

Guna memenuhi target itu, ada 3 hal penting yang patut menjadi perhatian aparatur pengawasan juga aparatur pemerintahan lainnya. yakni, mengenai operasional kegiatan yang harus berjalan pada koridor perundangan. Lalu, pelaporan harus detail dan memenuhi peraturan yang berlaku. Dan, ketaatan pada peraturan perundangan yang berlaku. “Hal ini penting dipahami dan dilaksanakan seluruh elemen, termasuk legislatif. Saya berharap, dalam kegiatan seperti ini, kedepannya dapat mengundang pimpinan legislatif,” ungkap Gubernur.

Irianto juga menegaskan, agar target capaian Maturitas SPIP 2018 dapat diraih maka dukungan dari setiap kepala OPD dan jajarannya sangat diharapkan. “Utamanya, bagi 20 OPD yang belum mengembalikan kuisioner untuk penilaian mandiri SPIP. Saya berikan target 2 hari untuk segera menyelesaikan dan menyampaikan laporan kuisionernya,” beber Irianto.

Gubernur juga mengapresasi 2 APIP Terbaik periode Januari-Juni 2018. “Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, bagi setiap PNS yang berprestasi maka akan diberi reward. Khusus APIP Terbaik, apabila orang yang sama meraihnya dua kali dalam 1 tahun penilaian maka akan di-Umrohkan,” tutup Gubernur. Sebagai informasi, pada acara itu turut mendampingi Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kaltara Alexander Rubi dan Inspektorat Provinsi Kaltara Ramli.(humas)

Label:
Advetorial
Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu