Kuota Kaltara Cerdas 2018 untuk 2.530 Orang, Penerimaan Berkas Permohonan Ditutup 14 September
Dr H Irianto Lambrie © Humpro Kaltara

TANJUNG SELOR – Bantuan beasiswa Kaltara Cerdas 2018, akan segera direalisasikan. Hal ini menyusul telah selesainya penghitungan kuota beasiswa untuk tiap kategori. Bahkan, Petunjuk Teknis (Juknis) penyaluran dan perhitungan kuota beasiswa itu, telah dalam proses untuk disahkan.

“Untuk juknisnya, harus mengikuti Protap (Prosedur Tetap) yang ada. Salah satunya, untuk mengesahkannya harus dilakukan persetujuan dengan ditandatangani secara berjenjang. Sebelum, nantinya Juknis disahkan oleh Gubernur,” kata GUbernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie, Rabu (29/8).

Sesuai draft Juknis yang telah dibuat, total kuota penerima beasiswa Kaltara Cerdas tahun ini sebanyak 2.530 orang. Sementara berdasarkan informasi Dewan Pendidikan Kaltara, hingga 29 Agustus 2018, jumlah berkas permohonan bantuan beasiswa Kaltara Cerdas yang masuk untuk mahasiswa sebanyak 826 berkas. Dengan rincian, 447 berkas dari dalam daerah, dan 379 berkas luar daerah.

Selain dari kalangan mahasiswa, ada berkas permohonan dari 19 sekolah di Kaltara, baik dari jenjang SMA, SMK maupun MA negeri dan swasta. “Penerimaan berkas ini dibuka mulai 1 Agustus lalu. Berkas diterima selama jam kerja, mulai Senin hingga Jumat,” ujar Gubernur didampingi Ketua Dewan Pendidikan Herwansyah. Sebagai informasi, pada Kaltara Cerdas 2018, Pemprov Kaltara menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan Dewan Pendidikan Kaltara, penerimaan berkas permohonan ditutup pada 14 September 2018. “Setelah tahapan penerimaan berkas berakhir, tahap selanjutnya adalah verifikasi berkas oleh Dewan Pendidikan,” lanjutnya.

Berkas yang diverifikasi dan dapat dilanjutkan prosesnya, disesuaikan dengan jumlah kuota yang disediakan. “Dari itu, kelengkapan dan kecermatan juga ketelitian pemohon dalam melengkapi setiap persyaratan yang ada harus menjadi perhatian. Pastinya, proses verifikasi berkas ini, memperhatikan kelengkapan berkas sebagaimana persyaratan yang diumumkan sebelumnya,” beber Gubernur.

Ditegaskan pula oleh Irianto, Kaltara Cerdas 2018 diprioritaskan kepada pemohon yang belum mendapatkan beasiswa serupa tahun sebelumnya. “Kaltara Cerdas tahun ini harus disalurkan dengan tepat sasaran. Dan, saya instruksikan agar memprioritaskan warga atau pelajar yang kurang mampu dari daerah pedalaman atau pedesaan di Kaltara,” papar Irianto.

Seperti disampaikan sebelumnya, selain meminta agar dalam pengelolaan dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran, Gubernur juga menegaskan, untuk pengawasan pengelolaan dana tersebut, dirinya akan membentuk tim pengawas yang terdiri dari beberapa orang di luar Dewan Pendidikan. “Penyaluran program Kaltara Cerdas sebelum-sebelumnya sudah cukup bagus. Hanya saja, ada beberapa hal yang tetap perlu dievaluasi dan diperbaiki. Yang jelas, saya minta transparansi dan harus tepat sasaran,” tegas Irianto.

Perlunya dibentuk tim pengawas, kata Gubernur, agar pelaksanaan bantuan tahun ini tidak keluar dari konteks yang diinginkan. Juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemprov Kaltara mengenai penggunaan anggaran untuk kemaslahatan masyarakat Kaltara.

Tim itu, lanjutnya, akan diperkuat dengan surat keputusan (SK) gubernur. Sementara, tim ini sendiri diisi oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan instansi lain yang terkait.  

Dikatakan Gubernur, personel yang berada di dalam tim pengawasan ini, diharapkan mampu dan cakap untuk memenuhi ekspektasi yang diinginkan pemerintah, juga masyarakat. “Tim Pengawas ini, memang baru tahun ini kita bentu. Ini berdasarkan evaluasi dan masukan-masukan dari masyarakat. Tujuannya, untuk meminimalisir adanya keluhan masyarakat utamanya para calon penerima bantuan,” tambah Irianto. (humas)

Label:
Advetorial
Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu