The Power of Broken Home, Teruntuk Para Orang Tua Tunggal
Ilustrasi © internet

Tulisan ini berangkat dari kesadaran saya yang berasal dari broken home, tidak ingin membangun rumah tangga di masa depan dengan ala kadarnya. Bahkan melihat tingkat perceraian yang terus meningkat  maka saya harapkan tulisan ini menginspirasi seluruh orang tua di Indonesia.

Broken home sebuah ungkapan yang selalu dikonotasikan negatif. Tapi broken home bisa menjadi bekal kita dalam menjalani hidup. Bilamana kita mau belajar dari kejadian tersebut. Broken home bukan masalah, tetapi sebagai bahan pembelajaran di masa depan kita.  

Dalam kehidupan karakter membangun bangsa ini sangat bergantung kepada wanita, wanita itu terkhusus adalah seorang Ibu yang melahirkan, mengampu, dan merawat kita. Namun kehadiran seorang anak dalam rumah tangga sering kali kurang mendapat perhatian dalam segi pendidikan. Pendidikan tersebut tidak hanya dari menyekolahkan anak, melainkan dengan membentuk pola keluarga yang harmonis, itu juga dapat membantu kecerdasan dan pondasi seorang anak dalam berperilaku.

Yang saya tahu, banyak orangtua hanya menuntut anaknya, tetapi tidak menuntun secara jasmani dan rohani. Maksud dari jasmani orang-tua harus memperhatikan dari segi gizi bagi perkembangan anak itu sendiri, dan rohani ialah pendidikan dalam agama guna membangun pemikiran dan perilaku anak sesuai dengan kaidah dari keyakinan kita. Dukungan moral yang amat sangat berpengaruh bagi kepercayaan diri anak tersebut. Ajarkanlah anak tentang hidup dengan kedermawanan dan keserderhanaan. Bukan memberikan contoh pada mereka dengan gengsi atau hidup berleha-leha.

Oleh karena itu didiklah anakmu bukan hanya bagaimana mencari makan, ijasah, status sosial atau kedudukan. Tetapi ajarkan untuk bagaimana terus tumbuh, kemudian bisa bermanfaat.

Maka dengan konsep mendidik dan membesarkannya jangan pernah ada rasa lelah dan jera. Jadilah ibu yang menjadi perpustakaan pertama anak-anak. Orang tua adalah sumber ilmu terdekat bagi anak  dan orang tua harus selalu tetap menjadi guru terbaik dan pertama bagi mereka.
 

Bukti-bukti dari keagungan alam yang terindah adalah hati seorang ibu”. (Anonim)

Mendidik anak-anak kita bukan berarti mengajarkan kepada mereka sekumpulan ilmu pengetahuan semata. Lebih penting lagi, mendidik berati mengajarkan kepada anak-anak kita sejak usia dini, kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan dunia masa depan yang akan menjadi ajang hidup mereka nantinya. Dan ini berarti menanamkan keingintahuan dan rasa cinta belajar seumur hidup, kreativitas, keberanian mengemukakan pendapat dan berekspresi, serta penghargaan akan segala bentuk perbedaan (antara manusia)." (Her Majesty Queen Rania Al Abdullah of Jordan)


Penulis: Akbar Prima, Creator Strategist Tarakan Creative Camp

Tulisan dari Buku The Power of Broken Home, Penulis Akbar Prima, Cetakan Pertama Februari 2014.

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu