Ethnic Dreambox, Promosikan Budaya Kaltara Lewat Clothing Line

Ethnic Dreambox, Promosikan Budaya Kaltara Lewat Clothing Line
Dayat, memamerkan salah satu produk Ethnic Dreambox terbaru © Istimewa

Ethnic Dreambox adalah brand clothing line atau merek produk kaos lokal yang didirikan Hidayah Tri Wijaya Putra atau akrab disapa Dayat pada tahun 2016 lalu. Ethnic Dreambox lahir karena kegalauannya memilih buah tangan yang dapat diberikan kepada saudara-saudaranya di kampung halamannya, Jogja.

Selain menjadi pengusaha di bidang clothing line, pria kelahiran Magelang, 7 februari 1989, ini juga merupakan penggiat seni terutama seni ilustrasi dan baru saja diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil di SMK Negeri 2 Malinau.

Berikut ini Bincang ekslusif Benuanta.ID dengan Dayat, seputar hobi dan usahanya mempromosikan budaya Kalimantan Utara lewat clothing line Rabu sore (17/01).

Kenapa menyukai gambar ilustrasi?

Saya menyukai ilustrasi ini dari kecil, dimana dari latar belakang keluarga saya juga, dari kakak dan orangtua saya terutama almarhum bapak saya suka dengan namanya gambar. Nah di sini hanya saja kalau dari background keduanya adalah gambar Teknik. Sementara saya sendiri lebih menyukai gambar yang berbau dengan seni.

Apakah ada tokoh yang menginspirasi?

Jadi kalau untuk tokoh, saya baru mengenal tokoh yang mempengaruhi aliran saya itu semenjak saya lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan penerbitan buku. Di situ saya belajar ilustrasi, bagaimana saya membuat ilustrasi yang baik dan juga mengenal orang-orang yang berada di balik sebuah produksi dari ilustrasi tersebut.

Salah satu tokohnya pendiri studio Caravan, Chris Lie, itu adalah salah satu tokoh menggambarnya atau ilustrasinya mempengaruhi dan membuat saya banyak belajar dari karya-karya beliau tentang ilustrasi.

Bagaimana bisa terbentuknya Ethnic Dreambox?

Awal berdirinya Ethnic Dreambox ini atas kegelisahan saya, dimana saya sering pulang ke rumah atau kampung halaman saya di Jogja tetapi selalu ditanyakan oleh-oleh. Kira-kira oleh-olehnya dari sana apa? Oleh-olehnya dari Kalimantan apa?

Nah, saya mencari-cari kira-kira yang bisa dibawa mudah menggunakan pesawat dan bisa membawa cukup banyak untuk dibagi-bagikan ke keluarga kira-kira apa? Nah, di situ saya tidak menemukan. Akhirnya saya berinisiatif karena kegemaran saya menggambar, kenapa tidak saya mencoba dari kegemaran tersebut untuk membuat sebuah ilustrasi yang ada di atas kaos. Nah di situlah saya berpendapat atau berpikiran, kenapa tidak saya kaitkan dengan budaya Kalimantan utara agar menjadi buah tangan juga. Kurang lebih seperti itu.

Apa ciri khas dari Ethnic Dreambox?

Jadi kalau mau dibilang ciri khas ethnic dreambox kurang lebihnya itu mengangkat budaya local. Budaya lokalnya yang berkaitan, mungkin ada makanan, ada tari-tarian, ukiran, kostum, semua yang berbau kebudayaan local setempat. Dan menjadi ciri dari daerah tersebut.

Siapa target pasar Ethnic Dreambox?

Untuk target pasar, sasarannya saat ini mungkin anak muda. Karena di sini saya lebih banyak membuat ilustrasi atau desain yang mewakili dari generasi muda. Lebih banyak ke unsur-unsur yang berbau mungkin, skul atau tengkorak, terus tari-tarian. Dari desainnya juga saya lebih mengikuti desain

Ilustrasi yang berkembang saat ini dari illustrator-ilustrator yang saya sukai, atau yang saya jadikan patokan untuk membuat karya-karya saya.

Apa kendala Ethnic Dreambox sebagai brand local?

Untuk kendala sebenarnya banyak, satu publikasi, publikasi di sini ada sedikit terkendala. Karena orang belum mengenal, pertama belum mengenal. Yang kedua belum tahu apa itu kaos dengan bergambar budaya etnik, kebanggaannya belum muncul. Nah di sinilah saya berusaha memunculkan kebanggaan di mana mereka memiliki budaya tersebut. Kita kemas dalam bentuk kaos yang bisa kita pakai ke mana-mana dan dapat dilihat oleh orang-orang. Ini juga menjadi sebuah identitas.

Misalnya kita lagi pergi ke mall, café atau lain-lain kita mengangkat budaya local. orang tahu, oh itu adalah sebuah ukiran. Contoh kita ambil ukiran Dayak, nah itu contoh gambar ukiran Dayak. Orang yang tidak tahu menjadi tahu. Adapun orang yang tidak tahu jadi penasaran ingin tahu. Tentunya ini kea rah anak mudanya.

Kaos seperti apa yang paling diminati oleh generasi milenial di Kaltara?

Untuk kaos yang paling digemari itu paling banyak adalah yang bentuknya ilustrasi daripada kata-kata. Karena saya pernah membuat ada beberapa tipe kaos yang saya buat, yang pertama itu kata-kata yang sering diucapkan di pergaulan sehari-hari. Ada juga saya membuat tentang sejarah, nah sejarah ini lebih ke sejarah kerajaan bulungan, dan yang ketiga yang saya buat yang gambar ilustrasi dari ukiran Dayak. Nah di sini saya lebih banyak mendapatkan respon dari yang ilustrasi, sementara untuk gambar (typography) dan sejarah mungkin belum. Nah ini yang agak disayangkan, karena kedua hal tersebut melekat dalam kebudayaan kita, atau daerah kita Kaltara tapi kurang dikenal, kurang bermasyarakat. Kurang dapat diterima. Mungkin seperti itu.

Bagaimana Ethnic Dreambox ke depan? Targetnya seperti apa?

Untuk Ethnic Dreambox ke depan, insya Allah tahun ini kita sudah punya counter , sebelumnya masih online. Jadi pembelian, pemesanan semua dilakukan menggunakan whatsapp , nanti setelah di-whatsapp kita akan melakukan pengiriman tentunya bisa setelah pembayaran maupun saat pembayaran itu di tempat. Saat diterima barangnya, di situ juga dibayar, seperti itu.

Nah untuk ke depannya, nanti kita ada clothing, clothingnya tempatnya masih dirahasiakan tentunya nanti tahun 2018 insya Allah sudah ada clothingnya.

Apa yang menarik dari budaya di Kalimantan Utara ini?

Yang menarik di budaya Kaltara itu gini, di sini itu sebenarnya ukirannya. Saya suka ukiran, salah satunya ukiran Dayak. Ukiran Dayak ini bagi saya ribet ya. Rumit ya. Tingkat detailnya tinggi. Memang Indonesia ini terkenal dengan desain local yang mengangkat atau mencirikan detail-detail yang sangat tinggi. Salah satunya batik itu yang kalau di Pulau Jawa. Tapi di Kalimantan saya temukan itu ukirannya ukiran Dayak. Dan itu tidak terpengaruh dengan budaya luar.

Kalau ukiran Jepara itu ada unsur Belandanya, sama di Jogja juga ada unsur Belanda. Di mana mereka ada bunga tulipnya. Nah itu kebudayaan Belanda. Sementara kita tidak ada bunga tulipnya. Tapi di ukiran Dayak ini saya melihat semuanya local. Semuanya tidak saya dapati unsur-unsur dari sejarah colonial Belanda, maupun Inggris yang pernah menduduki negara kita, maupun Jepang.

Apa menurut Ethnic Dreambox budaya Kaltara dapat bersaing di dunia seni Internasional?

Ukirannya saya optimis pasti bisa, karena satu ciri khas karakter warna itu sudah menjadi harga mati atau sudah paten milik Kalimantan dan juga terutama suku Dayak untuk ukiran dayaknya. Itu tidak ada yang menyamailah kalau saya kira di negara lain tidak ada yang menyamai dengan ukiran Dayak.

Apa harapan Dreambox Kaltara terhadap generasi muda berkaitan dengan budaya?

Jadi harapan saya terhadap pemuda-pemuda yang ada di Kalimantan Utara itu saying kalau kita tidak melestarikan budaya kita. Jangan sampai orang dari luar datang ke sini mengembangkan budaya yang ada di sini, sementara kita di sini hanya menonton. Itu sangat disayangkan. Saya rasa itu ironi. Tapi kalau kita di sini bisa mencintai, kita bisa membanggakan apa yang kita miliki tentunya kita juga yang akan menikmati hasil dari yang kita banggakan tersebut. Tapi kalau kita hanya jadi penonton dan akhirnya saat orang lain bisa mengangkat itu sebagai suatu kebanggaan otomatis kita apabila ingin membanggakannya kita haru membayar dulu. Agar kita bisa bangga. Nah, di situ jangan sampai terjadi. Kalau bisa yang ada di sini kita bisa mengangkat itu sebagai sebuah karakter kebanggaan anak muda di sini dan juga tentunya dilestarikan.

Apa harapan terhadap pemerintah berkaitan dengan budaya di Kaltara?

Harapan terhadap pemerintah. Untuk saat ini sampai sekarang saya selalu berjalan sendiri ya. Harapannya ke depan, mudah-mudahan hal seperti ini bisa diperhatikan terhadap pemerintah. Apalagi ini anak muda. Karena bukan generasi tua yang nanti memimpin Kaltara. Tapi nantinya generasi muda jadi harapan saya itu adalah berikanlah ruang bagi anak muda untuk berkreasi, terutama yang menyangkut dengan ilustrasi karena ini saya basicnya dari ilustrasi yang berkaitan dengan seni rupa. Karena di sini berkembang banyak seni yang diadakan lombanya, ada tari, Tarik suara dan lain-lain. Tapi untuk yang seni rupa perhatiannya kurang. Dan apabila ada kegiatannya pasti hanya seremonial, setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. Kalau bisa mungkin yang menang itu dari lomba-lomba melukis atau apa yang menang itu bisa dibuatkan sebagai merchandise dari Kalimantan utara atau merchandise dari Dinas Pariwisata dan lain-lain. Mungkin bisa dipikirkan seperti itu, agar dapat diapresiasi lagi.

Pesan untuk generasi muda dan masyarakat Kaltara?

Terakhir dari saya, mungkin saya mau menyemangati teman-teman semua supaya terus semangat. Yang muda yang baru belajar menggambar dan lain-lain terus berusaha karena tidak ada sesuatu yang kita upayakan itu sia-sia. Maju terus Kaltara!

Pilih Bangga Bangga 78%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 11%
Pilih Terpukau Terpukau 11%

Bagaimana menurutmu Peradi?

Berikan komentarmu